Analisa Bandarmologi Saham KRYA (Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk)
Pendekatan Richard D. Wyckoff – Proyeksi 3 Minggu ke Depan
Data per 28 Juli 2025
1. Fase Wyckoff Terkini: Re-accumulation (Fase B → C)
Lonjakan harga signifikan sejak akhir Juni 2025, dari ~Rp100 ke Rp324.
Terjadi pullback ke area Rp234–254 dengan volume menurun → indikasi “backing up to edge of creek”.
Konsolidasi ini berpotensi menjadi fase C sebelum melanjutkan ke fase D (markup baru).
2. Aksi Broker & Bandarmologi
TOP AKUMULASI:
AI (Local): Rp716M – Avg 246
CP (Local): Rp495M – Avg 250
XL (Digital): Rp418M – Avg 250
TOP DISTRIBUSI:
YU (Foreign): Jual Rp632M – Avg 251
AK (Foreign): Jual Rp447M – Avg 246
NI (Foreign): Jual Rp410M – Avg 252
Kesimpulan:
Distribusi besar dari investor asing ke lokal.
Terjadi perpindahan kendali saham (typical accumulation behavior).
3. Asing vs Domestik (Foreign vs Domestic)
Net Foreign Buy: +Rp207M
Market Share: Foreign 25.27%, Domestic 74.73%
Mayoritas transaksi kini dikuasai oleh lokal/institusi domestik.
4. Orderbook Market Interest
Bid besar pada level 254, 250, 248 → minat beli kuat.
Offer tipis → tekanan jual melemah.
5. Riwayat Pergerakan Harga (Historical Movement)
Dari Rp115 (24 Juni) ke Rp324 (16 Juli) = +181%
Koreksi sehat ke Rp234 lalu rebound ke Rp254 → support kuat terkonfirmasi.
Volume perdagangan tinggi, frekuensi transaksi tetap solid (>3000/hari).
6. Katalis Berita
Akuisisi 70% saham KRYA oleh Green Power (LABA).
Disuspensi sementara oleh BEI karena lonjakan harga ekstrem.
Akuisisi berpotensi mengubah struktur pengendali & fundamental perusahaan.
KESIMPULAN STRATEGIS (3 Minggu ke Depan)
Prediksi Fase Wyckoff:
Sedang berada di fase C → potensi markup lanjutan jika support bertahan.
Proyeksi Harga:
Support kuat: Rp234
Resistance awal: Rp280
Resistance psikologis: Rp324
Target lanjutan: Rp340–360 (jika breakout valid)
Strategi:
Buy on Weakness (BoW) di kisaran Rp234–248 dengan konfirmasi broker akumulasi.
Hindari entry >280 tanpa volume kuat.
Pantau terus berita akuisisi Green Power untuk validasi arah.
