Mari Bergabung dengan Komunitas Bandarmologi. Klik Disini

Search Suggest

Analisa Saham ASII Berdasarkan Metodologi Wyckoff

Analisa Saham ASII Berdasarkan Metodologi Wyckoff Tanggal: 8 Agustus 2025 Analis: Richard D. Wyckoff Berdasarkan data perdagangan saham ASII
visualisasi-asii-8-agustus-2025


Analisa Saham ASII Berdasarkan Metodologi Wyckoff

Tanggal: 8 Agustus 2025

Analis: Richard D. Wyckoff

Analisis Wyckoff untuk Saham ASII

Berdasarkan data perdagangan saham ASII pada 8 Agustus 2025 yang ditutup di harga Rp 4.920 (-0,81%), terlihat adanya indikasi kuat dari fase distribusi, di mana investor institusi besar (terutama asing) sedang secara bertahap melepas kepemilikan mereka.

1. Indikasi Fase Distribusi

1. Aksi Jual oleh Investor Asing: Terjadi jual bersih (net sell) asing yang signifikan sebesar Rp 30,11 miliar. Total penjualan asing mencapai Rp 83,52 miliar, mendominasi 67,14% dari total nilai transaksi. Hal ini menunjukkan bahwa investor institusi asing sedang keluar dari pasar.

2. Volume Perdagangan: Penjualan asing yang masif disertai dengan penurunan harga, merupakan karakteristik khas dari fase distribusi.

3. Broker Summary: Data menunjukkan adanya "Big Dist" atau distribusi besar, dengan broker Top 1 melakukan jual bersih sebanyak -29,132 lot.

4. Broker Flow: Grafik Broker Flow memperlihatkan adanya tekanan jual yang kuat, terutama di akhir sesi, yang menekan harga ke level terendah harian.

2. Analisis Teknikal dan Sentimen Pasar

Chart Pattern: Saham ASII saat ini berada di atas level support kuat sekitar Rp 4.800. Indikator Stochastic RSI berada di nilai 6,76, menunjukkan kondisi  oversold  atau jenuh jual yang sangat ekstrem, yang berpotensi memicu rebound teknikal jangka pendek.

Sentimen Pasar: Terdapat sentimen negatif dari data penjualan mobil di semester I-2025 yang stagnan. Meskipun ada harapan dari acara GIIAS, data fundamental menunjukkan adanya tekanan pada bisnis inti perusahaan.

3. Proyeksi 3 Minggu ke Depan

Berdasarkan analisis di atas, saham ASII diproyeksikan akan bergerak dalam pola distribusi sebagai berikut:

Minggu Pertama (11-15 Agustus): Harga kemungkinan akan terus bergerak turun dan menguji level support diRp 4.800. Aksi jual oleh investor asing diperkirakan masih berlanjut, yang dapat memicu panik jual dari investor ritel.

Minggu Kedua (18-22 Agustus): Potensi terjadirebound teknikal dari level support Rp 4.800 karena kondisi  oversold  yang ekstrem. Kenaikan harga ini kemungkinan akan menjadi "Last Point of Supply" (titik suplai terakhir) yang akan dimanfaatkan oleh institusi untuk menjual sisa saham mereka.

Minggu Ketiga (25-29 Agustus): Setelah rebound, harga diprediksi akan kembali turun. Jika level support Rp 4.800 berhasil ditembus, maka fase distribusi akan terkonfirmasi, dan harga ASII berpotensi bergerak lebih rendah.

Rekomendasi Wyckoff:

Hindari pembelian: Fase distribusi aktif, sehingga risiko penurunan harga lebih tinggi.

Wait and See: Disarankan untuk menunggu hingga fase distribusi selesai dan tanda-tanda akumulasi muncul kembali di harga yang lebih rendah.

Pertimbangkan Jual: Bagi yang sudah memiliki saham, pertimbangkan untuk melepas posisi, terutama jika terjadi rebound teknikal di minggu kedua.

Catatan: Analisa ini bersifat prediksi berdasarkan data historis dan tidak menjamin hasil di masa depan. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. 

Posting Komentar